Senin, 25 Oktober 2010

Fasilitas DPR RI jauh lebih mewah daripada DPR AS

24 Oktober 2010 | 20:35
Fasilitas DPR RI jauh lebih mewah daripada DPR AS

Jakarta - Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta, Cecep Effendy mengatakan fasilitas yang dimiliki oleh anggota DPR RI lebih mewah dari fasilitas yang diterima anggota DPR di AS sekalipun. Banyak fasilitas yang dimiliki anggota DPR RI tidak dimiliki oleh anggota DPR AS, namun dari segi kemampuan serta tanggungjawab terhadap tugas, anggota DPR AS jauh lebih baik dari anggota DPR RI.

“Saya heran dengan anggota DPR RI yang selalu mengeluhkan kurangnya fasilitas yang belum mereka dapatkan dan menyia-nyiakan fasilitas yang mereka dapatkan saat ini. Anggota DPR RI secara relative memiliki fasilitas yang lebih mewah dibandingkan dengan anggota DPR di AS,” kata Cecep, di Jakarta, Minggu (24/10).

Ia mencontohkan bagaimana berbagai acara study banding ke luar negeri yang merupakan kewajiban dan fasilitas agar anggota DPR memiliki perbandingan dalam menjalankan tugasnya, kemudian menjadi tidak lebih acara jalan-jalan saja. Padahal kalau itu dimanfaatkan, banyak hal yang seharusnya mereka bisa bawa untuk perbaikan kondisi dan bekal bagi mereka dalam menjalankan tugasnya. Namun sayangnya hal itu tidak terjadi.

“Coba tengok saja bagaimana anggota DPR RI memiliki gaji yang relatif jauh lebih tinggi dibandingkan gaji pegawai di Indonesia. Anggota DPR disini juga mendapatkan fasilitas perumahan yang tidak didapatkan oleh
anggota-anggota DPR di AS dan Negara-negara maju Eropa lainnya,” jelasnya.

Cecep juga menuturkan jika melihat mobil-mobil yang digunakan anggota DPR, memiliki kemampuan memiliki dan membeli mobil-mobil mewah yang tidak mungkin dimiliki oleh anggota DPR di AS.

“Di sana anggota DPR juga tidak ada yang memiliki pembantu di rumah, sehingga rasanya aneh jika mereka di sini yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, masih belum mampu memberikan kontribusi yang baik bagi DPR .Saya sendiri pernah bekerja menjadi staf anggota DPR di AS bernama James A Leach dari Iowa yang telah menjadi anggota DPR selama 22 tahun dan menjadi ketua komisi tapi kehidupannya jauh lebih sederhana dari pada anggota DPR RI,“ ungkap dia.

Ditambahkannya, fasilitas lebih yang didapatkan lebih dari anggota DPR AS dibandingkan dengan anggota DPR di Indonesia adalah staf ahli yang mereka miliki. Namun, menurutnya, pemberian fasilitas tambahan berupa staf buat anggota DPR di Indonesia diyakininya juga tidak akan merubah kinerja DPR menjadi lebih baik. Selain itu fasilitas lebih lainnya adalah keberadaan perpustakaan mereka yang lengkap dan sambungan internet yang super cepat.
http://www.primaironline.com/berita/...anggota-dpr-as


Pohan: Fasilitas Untuk Anggota DPR Sudah Memadai

Antara - Senin, 25 Oktober
Jakarta (ANTARA - Anggota Komisi I DPR RI Ramadhan Pohan mengatakan, fasilitas yang diterimanya sudah sangat memadai, kecuali ruang kerjanya yang terlalu sempit,

"Mengeluhkan fasilitas di tengah kinerja yang terpuruk seperti saat ini, sangatlah tidak tepat," katanya kepada pers di Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan, para anggota DPR harus disoroti mengenai keaktifannya menjalankan tugas-tugasnya di komisi, badan maupun alat kelengkapan lainnya.

"Saya sendiri memang sering mendengar bahwa banyak anggota DPR yang tidak tahu sama sekali hal-hal mengenai dapilnya dan masyarakatnya pun sama sekali tidak mengenalnya. Memang ada yang salah dalam rekrutmen anggota-anggota DPR dan ini yang harus dibenahi," katanya.

Di masa mendatang, kata Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat ini, diharapkan sistem penjaringannya bisa lebih menghasilkan caleg-caleg yang berkualitas.

Dia sama sekali tidak sepakat dengan permintaan rumah aspirasi, dana aspirasi dan sebagainya. Hal-hal seperti itu seharusnya menjadi tanggung jawab anggota DPR itu sendiri.

"Saya dengan gaji sebagai anggota DPR memiliki 3 rumah aspirasi dan saya memiliki sekitar 25 orang staf yang membantu saya menjalankan tugas-tugas. Semua itu saya keluarkan dari gaji saya sebagai anggota DPR tanpa sama sekali pernah saya mengeluh mengenai fasilitas yang saya dapatkan," katanya.

Hal itu bisa dilakukannya karena persoalan gaya hidup. Menurut dia, banyak anggota DPR yang memiliki gaya hidup berlebihan. Hal ini membuat banyak anggota DPR yang terdengar bermain proyek atau melakukan praktik yang melanggar etika maupun hukum.

Mengenai efektivitas kunjungan kerja, Pohan menjelaskan bahwa kunker yang dilakukan oleh komisi sangat efektif. "Saya sendiri belum pernah melakukan studi banding dan sebagainya sehingga saya tidak bisa menilai, namun kalau komisi, itu sangat efektif," katanya.

Mengenai rumah dinas yang kabarnya ada praktik pengelembungan harga dalam proses renovasinya, Pohan mengatakan hal itu merupakan tanggung jawab Sekjen DPR dan juga BURT DPR.

"Saya rasa Pak Marzuki Alie telah banyak melakukan pembenahan-pembenahan di tubuh kesekjenan. Lagipula mengenai rumah dinas itu merupakan keputusan DPR periode lalu dimana DPR saat ini tidak dilibatkan sama sekali. Jadi kalau mau tanya adanya permainan maka tanya kepada DPR periode lalu," tandasnya.

Lebih baik

Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Cecep Effendy mengatakan, dari sisi fasilitas, apa yang dimiliki oleh anggota DPR RI lebih baik dari fasilitas yang diterima anggota DPR di AS.

Banyak fasilitas yang dimiliki anggota DPR RI tidak dimiliki oleh anggota DPR AS, namun dari segi kemampuan serta tanggung jawab terhadap tugas, anggota DPR AS jauh lebih baik dari anggota DPR RI. Dia pernah menjadi staf anggota DPR di AS bernama James A Leach dari Iowa yang telah menjadi anggota DPR selama 22 tahun dan menjadi ketua komisi. "Tapi kehidupannya jauh lebih sederhana daripada anggota DPR RI," katanya.

Fasilitas lebih yang didapatkan anggota DPR AS dibandingkan dengan anggota DPR di Indonesia adalah staf ahli yang mereka miliki. Namun pemberian fasilitas tambahan berupa staf buat anggota DPR di Indonesia diyakini juga tidak akan mengubah kinerja DPR menjadi lebih baik. Selain itu fasilitas lebih lainnya adalah keberadaan perpustakaan mereka yang lengkap dan sambungan internet yang super cepat.

"Memangnya ada jaminan dari para anggota DPR itu kalau diberikan staf sampai 5 orang dari 2 orang saat ini, kinerja mereka akan membaik? Saya rasa tidak ada satupun dari mereka akan bisa memberikan jaminan itu. Hal ini tidak lepas dari mentalitas banyak anggota DPR itu sendiri," katanya.

Saat ini kondisinya memang sulit. Jarang ada anggota DPR yang dikenal oleh masyarakat di daerah pemilihannya dan anggota DPR itu sendiri tidak pernah tahu bagaimana masyarakat di dapilnya.

"Tidak usah jauh-jauh bicara DPR RI, DPRD di daerah saja, coba berapa kali anggota DPRD di daerah Anda tinggal pernah datang mengunjungi daerah Anda? Di AS kondisi sangat berbeda, anggota DPR pulang ke dapilnya tiap akhir pekan, sehingga bisa bertemu muka dengan masyarakatnya dan masyarakatnya bisa bercerita mengenai keluhan-keluhannya," katanya.
http://id.news.yahoo.com/antr/201010...u-cc08abe.html

UP DATE

- [PIC] Ayo Rekreasi di Gedung DPR
- Penghasilan dan Fasilitas Anggota DPR-RI
Fasilitas DPR RI jauh lebih mewah daripada DPR AS
24 Oktober 2010 | 20:35
Fasilitas DPR RI jauh lebih mewah daripada DPR AS

Jakarta - Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta, Cecep Effendy mengatakan fasilitas yang dimiliki oleh anggota DPR RI lebih mewah dari fasilitas yang diterima anggota DPR di AS sekalipun. Banyak fasilitas yang dimiliki anggota DPR RI tidak dimiliki oleh anggota DPR AS, namun dari segi kemampuan serta tanggungjawab terhadap tugas, anggota DPR AS jauh lebih baik dari anggota DPR RI.

“Saya heran dengan anggota DPR RI yang selalu mengeluhkan kurangnya fasilitas yang belum mereka dapatkan dan menyia-nyiakan fasilitas yang mereka dapatkan saat ini. Anggota DPR RI secara relative memiliki fasilitas yang lebih mewah dibandingkan dengan anggota DPR di AS,” kata Cecep, di Jakarta, Minggu (24/10).

Ia mencontohkan bagaimana berbagai acara study banding ke luar negeri yang merupakan kewajiban dan fasilitas agar anggota DPR memiliki perbandingan dalam menjalankan tugasnya, kemudian menjadi tidak lebih acara jalan-jalan saja. Padahal kalau itu dimanfaatkan, banyak hal yang seharusnya mereka bisa bawa untuk perbaikan kondisi dan bekal bagi mereka dalam menjalankan tugasnya. Namun sayangnya hal itu tidak terjadi.

“Coba tengok saja bagaimana anggota DPR RI memiliki gaji yang relatif jauh lebih tinggi dibandingkan gaji pegawai di Indonesia. Anggota DPR disini juga mendapatkan fasilitas perumahan yang tidak didapatkan oleh
anggota-anggota DPR di AS dan Negara-negara maju Eropa lainnya,” jelasnya.

Cecep juga menuturkan jika melihat mobil-mobil yang digunakan anggota DPR, memiliki kemampuan memiliki dan membeli mobil-mobil mewah yang tidak mungkin dimiliki oleh anggota DPR di AS.

“Di sana anggota DPR juga tidak ada yang memiliki pembantu di rumah, sehingga rasanya aneh jika mereka di sini yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, masih belum mampu memberikan kontribusi yang baik bagi DPR .Saya sendiri pernah bekerja menjadi staf anggota DPR di AS bernama James A Leach dari Iowa yang telah menjadi anggota DPR selama 22 tahun dan menjadi ketua komisi tapi kehidupannya jauh lebih sederhana dari pada anggota DPR RI,“ ungkap dia.

Ditambahkannya, fasilitas lebih yang didapatkan lebih dari anggota DPR AS dibandingkan dengan anggota DPR di Indonesia adalah staf ahli yang mereka miliki. Namun, menurutnya, pemberian fasilitas tambahan berupa staf buat anggota DPR di Indonesia diyakininya juga tidak akan merubah kinerja DPR menjadi lebih baik. Selain itu fasilitas lebih lainnya adalah keberadaan perpustakaan mereka yang lengkap dan sambungan internet yang super cepat.
http://www.primaironline.com/berita/...anggota-dpr-as


Pohan: Fasilitas Untuk Anggota DPR Sudah Memadai

Antara - Senin, 25 Oktober
Jakarta (ANTARA - Anggota Komisi I DPR RI Ramadhan Pohan mengatakan, fasilitas yang diterimanya sudah sangat memadai, kecuali ruang kerjanya yang terlalu sempit,

"Mengeluhkan fasilitas di tengah kinerja yang terpuruk seperti saat ini, sangatlah tidak tepat," katanya kepada pers di Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan, para anggota DPR harus disoroti mengenai keaktifannya menjalankan tugas-tugasnya di komisi, badan maupun alat kelengkapan lainnya.

"Saya sendiri memang sering mendengar bahwa banyak anggota DPR yang tidak tahu sama sekali hal-hal mengenai dapilnya dan masyarakatnya pun sama sekali tidak mengenalnya. Memang ada yang salah dalam rekrutmen anggota-anggota DPR dan ini yang harus dibenahi," katanya.

Di masa mendatang, kata Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat ini, diharapkan sistem penjaringannya bisa lebih menghasilkan caleg-caleg yang berkualitas.

Dia sama sekali tidak sepakat dengan permintaan rumah aspirasi, dana aspirasi dan sebagainya. Hal-hal seperti itu seharusnya menjadi tanggung jawab anggota DPR itu sendiri.

"Saya dengan gaji sebagai anggota DPR memiliki 3 rumah aspirasi dan saya memiliki sekitar 25 orang staf yang membantu saya menjalankan tugas-tugas. Semua itu saya keluarkan dari gaji saya sebagai anggota DPR tanpa sama sekali pernah saya mengeluh mengenai fasilitas yang saya dapatkan," katanya.

Hal itu bisa dilakukannya karena persoalan gaya hidup. Menurut dia, banyak anggota DPR yang memiliki gaya hidup berlebihan. Hal ini membuat banyak anggota DPR yang terdengar bermain proyek atau melakukan praktik yang melanggar etika maupun hukum.

Mengenai efektivitas kunjungan kerja, Pohan menjelaskan bahwa kunker yang dilakukan oleh komisi sangat efektif. "Saya sendiri belum pernah melakukan studi banding dan sebagainya sehingga saya tidak bisa menilai, namun kalau komisi, itu sangat efektif," katanya.

Mengenai rumah dinas yang kabarnya ada praktik pengelembungan harga dalam proses renovasinya, Pohan mengatakan hal itu merupakan tanggung jawab Sekjen DPR dan juga BURT DPR.

"Saya rasa Pak Marzuki Alie telah banyak melakukan pembenahan-pembenahan di tubuh kesekjenan. Lagipula mengenai rumah dinas itu merupakan keputusan DPR periode lalu dimana DPR saat ini tidak dilibatkan sama sekali. Jadi kalau mau tanya adanya permainan maka tanya kepada DPR periode lalu," tandasnya.

Lebih baik

Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Cecep Effendy mengatakan, dari sisi fasilitas, apa yang dimiliki oleh anggota DPR RI lebih baik dari fasilitas yang diterima anggota DPR di AS.

Banyak fasilitas yang dimiliki anggota DPR RI tidak dimiliki oleh anggota DPR AS, namun dari segi kemampuan serta tanggung jawab terhadap tugas, anggota DPR AS jauh lebih baik dari anggota DPR RI. Dia pernah menjadi staf anggota DPR di AS bernama James A Leach dari Iowa yang telah menjadi anggota DPR selama 22 tahun dan menjadi ketua komisi. "Tapi kehidupannya jauh lebih sederhana daripada anggota DPR RI," katanya.

Fasilitas lebih yang didapatkan anggota DPR AS dibandingkan dengan anggota DPR di Indonesia adalah staf ahli yang mereka miliki. Namun pemberian fasilitas tambahan berupa staf buat anggota DPR di Indonesia diyakini juga tidak akan mengubah kinerja DPR menjadi lebih baik. Selain itu fasilitas lebih lainnya adalah keberadaan perpustakaan mereka yang lengkap dan sambungan internet yang super cepat.

"Memangnya ada jaminan dari para anggota DPR itu kalau diberikan staf sampai 5 orang dari 2 orang saat ini, kinerja mereka akan membaik? Saya rasa tidak ada satupun dari mereka akan bisa memberikan jaminan itu. Hal ini tidak lepas dari mentalitas banyak anggota DPR itu sendiri," katanya.

Saat ini kondisinya memang sulit. Jarang ada anggota DPR yang dikenal oleh masyarakat di daerah pemilihannya dan anggota DPR itu sendiri tidak pernah tahu bagaimana masyarakat di dapilnya.

"Tidak usah jauh-jauh bicara DPR RI, DPRD di daerah saja, coba berapa kali anggota DPRD di daerah Anda tinggal pernah datang mengunjungi daerah Anda? Di AS kondisi sangat berbeda, anggota DPR pulang ke dapilnya tiap akhir pekan, sehingga bisa bertemu muka dengan masyarakatnya dan masyarakatnya bisa bercerita mengenai keluhan-keluhannya," katanya.
http://id.news.yahoo.com/antr/201010...u-cc08abe.html

UP DATE

- [PIC] Ayo Rekreasi di Gedung DPR
- Penghasilan dan Fasilitas Anggota DPR-RI

Sabtu, 02 Oktober 2010

komponen Mainboard

Motherboard adalah salah satu komponen dari Rangkaian Komputer, Komponen tersebut dinamakan Motherborad karena memang komponen ini merupakan komponen utama dari rangkaian CPU, jadi motherboard dapat diartikan dalam bahasa Indonesia adalah Papan Induk atau papan utama. Bermacam-macam jenis, keunggulan dan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan oleh pembuat motherboard

Seperti apa sih bentuk motherboard, coba lihat gambar ini. Gambar tersebut adalah bentuk fisik dari motherboard.



1. Socket Processor
2. socket Memory
3. Chipset 1
4. Socket Power Suplai
5. Socket Flopy Disk
6. Socket Harddisk
7. Socket Keyboard dan Mouse PS/2
8. USB Port
9. Printer Port
10. Slot AGP
11. Slot PCI
12. Slot ISA
13. BIOS
14. Chipset 2


Lihat Perlengkapan dan Fasilitas yang ada pada motherboard

Setelah Anda tahu mana yang dinamakan motherboard sekarang yang harus dilakukan adalah melihat fasilitas dan perlengkapan yang ada pada motherboard tersebut, mengapa demikian ?. Yah karena setiap pabrik pembuat motherboard mempunyai pangsa pasar tersendiri. Mungkin saja misalnya, pabrik pembuat motherboard A lebih mengutamakan kehandalan dan kelengkapan dari motherboard yang dibuatnya. Pabrik B lebih mengutamakan kecepatan proses dari motherboard yang dibuatnya, sedangkan pabrik C mungkin lebih mengutamakan harga yang murah tanpa memperhatikan yang lainnya. Disini pengetahuan kita tentang motherboard dibutuhkan. Paling tidak kita bisa tahu fasilitas dan perlengkapan apa saja motherboard yang kita gunakan.
Coba perhatikan sekali lagi gambar dan keterangannya diatas.
Disitu terlihat beberapa perlengkapan dari sebuah motherboard. Pada gambar diatas ada yang namanya socket processor ini yang pertama kali Anda harus perhatikan, Biasanya pabrk pembuat motherboard menyantumkan Processor apa saja yang mendukung motherboard yang dibuatnya. ( mengenai apa itu processor dibahas pada halaman tersendiri ) misalnya motherboard merk A mendukung processor merk INTEL dengan maksimum kecepatan 1,2 Ghz, merk B mendukung processor merk INTEL dengan kecepatan maksimum sampai 2 Ghz sedangkan merk C mendukung processor merk AMD dengan kecepatan maksimum 2 Ghz. Dari keterangan pabrik itu Anda dapat melihat kelebihan-kelebihan yang ada pada motherboard tersebut. Semakin tinggi kecepatan processor yang didukung motherboard tersebut maka semakin baik juga.
Setelah Processor yang harus diperhatikan adalah slot memory, nah disini Anda bisa lihat berapa banyak slot yang ada pada motherboard tersebut dan berapa kecepatan memory yang didukung oleh motherboard tersebut serta sampai berapa batas maksimum kapasitas dari memory yang didukung oleh motherboard tersebut. Sebagai contoh lagi. motherboard A mendukung memory jenis DDR ( keterangan mengenai memory dibahas pada halaman lain ) dengan kecepatan 256 Mhz dan mendukung sampai 2 GB, Motherboard B mendukung memory jenis DDR dengan kecepatan 300 Mhz dan mendukung hingga 3 GB, sedangkan motherboard C hanya mendukung memory jenis DDR dengan kecepatan 133 Mhz dan batas maksimum kapasitasnya hanya sampai 512 MB. Tentu saja semakin besar kemampuan untuk mendukung kapasitas memory serta semakin tinggi kemampuan untuk mendukung kecepatan dari memory, motherboard tersebut semakin baik.
Selanjutnya setelah kita tahu kemampuan yang ada pada sebuah motherboard untuk mendukung processor dan memory, perlu juga kiranya kita tengok slot-slot yang ada pada motherboard tersebut, karena walau bagaimanapun slot-slot tersebut akan sangat berarti bagi kita untuk menambahkan kemampuan dari CPU yang akan kita gunakan dimasa yang akan datang. Ada beberapa motherboard yang mengurangi slot expansinya karena beberapa fasilitas telah dijadikan satu dengan rangkaian motherboard (build-up). Menurut Saya motherboard tersebut tidaklah begitu baik, karena kita tidak dapat memaksimalkan kemampuan dari sebuah motherboard. Sekilas memang terlihat praktis, tapi bila nanti suatu saat kita mendapatkan sebuah program yang membutuhkan spesifikasi dari hardware tertentu, kita tidak dapat berbuat banyak dengan motherboard build-up tersebut. Menurut saran saya dalam memilih motherboard. Usahakan fasilitas-fasilitas seperti Slot AGP dan Slot PCI sebaiknya menjadi perhatian pokok kita selain kemampuan-kemampuan motherboard yang telah dibicarakan diatas dan usahakan juga komponen-komponen yang memang seharusnya tidak terpasang pada motherboard seperti AGP CARD, SOUND CARD, MODEM Internal, dan sebagainya, tidak menjadi satu dengan rangkaian motherboard (build-up). Jadi jangan beranggapan bahwa motherboard yang mempunyai fasiltas lengkap dengan Sound Card, AGP Card dan MODEM Internal terintegrasi dengan motherboard adalah motherboard yang baik, justru sebaliknya motherboard yang tidak terintegrasi komponen-komponen tersebut menurut saya adalah yang terbaik.
Bagian berikutnya yang harus diperhatikan dalam memilih motherboard adalah USB Port. Bagian ini juga penting untuk Anda perhatikan, sebab port USB nantinya akan sangat berguna untuk memasang perlengkapan lain yang membutuhkan port tersebut, misalnya Printer, Modem External, Flashdisk, Bluetooth, Kamera Digital, dsb. Beberapa produsen motherboard ada yang menitik beratkan produknya dengan kecanggihan dari port USB ini sehingga produsen tersebut terus meng up-date kemampuan dan kecepatan dari USB port motherboard yang dibuatnya. Hal ini baik karena produk-produk yang mendukung port USB ini juga semakin canggih dan membutuhkan kecepatan akses dari port USB tersebut.

yah cuma segitu deh yang bisa dijelasin mudah-han bermanfaat buat uang membacanya......................heheheheheheh
Diposkan oleh malvin di 17.35
Label: iseng bermanfaat
0 komentar:

Poskan Komentar
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langgan: Poskan Komentar (Atom)