Mooz-lum adalah titel sebuah film karya sutradara Qasim Basir. Mooz-lum bercerita tentang kesulitan hidup orang-orang Muslim Amerika pasca 11 September. Film ini dimaksudkan untuk bisa memberikan citra kehidupan Muslim sesungguhnya yang selama ini banyak disalah-pahami oleh masyarakat Barat pada umumnya. Mooz-lum difilmkan di Michigan, yang memiliki penduduk Muslim besar, dan ditayangkan untuk teater dikemas di Urbanworld Film Festival di New York pada hari Jumat, 24 September lalu.
Mooz-Lum bercerita tentang mahasiswa sebuah perguruan tinggi Tariq Mahdi, dimainkan oleh Ross Evan, berlatar belakang pada peristiwa September 2001. Tariq bergelut diantara keseimbangan iman Islam dan kebebasan barunya di kampus. Mahasiswa Muslim Mahdi berusaha seperti halnya kebanyakan mahasiswa baru untuk menemukan cara di mana ia dapat cocok bergaul di lingkungannya, namun tidak seperti kebanyakan mahasiswa baru perguruan tinggi lainnya di negara tersebut, ia dibesarkan dalam sebuah keluarga Afrika-Amerika Muslim yang ketat dan taat.
Film Mooz-Lum ditayangkan perdana di Festival Film Urban Dunia di New York pada akhir pekan ( 24 September). Film tersebut berdasarkan pada kejadian dari kehidupan penulisnya, sutradara Qasim Basir, dan film tersebut menonjolkan beberapa nama terkenal dan wajah-wajah seperti Danny Glover dan Nia Long.
Dalam acara siaran langsung kantor berita NPR (National Public Radio – sindikasi Radio Amerika), pembawa acara Martin mengundang sutradara film Qasim Basir dan juga aktor veteran, Roger Guenveur yang memerankan Hassan Mahdi - ayah dari karakter utama Tariq Mahdi. Dalam cerita film tersebut, Hassan ingin anaknya menjadi seorang sarjana Al-Qur’an, meskipun terdapat keinginan dari istrinya untuk membiarkan anak-anaknya menyesuaikan diri dengan teman-teman Amerikanya.
Dalam wawancaranya di acara tersebut, Basir memulai dengan menjelaskan judul film tersebut ‘Mooz-lum’. Basir mengatakan, "Ya, Mooz-lum, Muslim, Moslem. Ada banyak pengucapan yang berbeda yang sudah dikeluarkan selama beberapa tahun untuk merujuk pemilihan kata yang tepat dari Muslim. Saya tidak mempercayai bahwa begitu berat untuk mengatakan namun nampaknya banyak orang yang merasa demikian, dan kesalahan mengeja pada judul film ini ada hubungannya dengan kesalahpahaman tentang agama itu sendiri."
Basir juga menegaskan bahwa memang benar cerita film tersebut sebagian besar adalah autobiografinya. Ia menyatakan bahwa ia menulis cerita tersebut karena ia sedikit lelah melihat penggambaran negatif secara konsisten tentang Islam dan Muslim di media. "Dan bahwa saya dulunya dibesarkan dengan sangat berbeda dari apa yang dipresentasikan tentang Islam atau Muslim saat ini. Saya harus menulis sesuatu tentang Islam yang menunjukkan perspektif dari seseorang, sebuah budaya, keyakinan mewakili Islam yang sesungguhnya. (Reuters/Sm/msa)
Facebook Stumble It! Google Yahoo MyWeb Reddit Del.icio.us; Digg This!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar